Mudik Lebaran (Pulang) ke Kampung adalah Budaya asli Indonesia

Mudik

Mudik

Sudah sewajarnya hakikatnya sebagai manusia kita kembali kepada ALLAH SWT, begitu pula dengan masa kecil kita, Mungkin kita kangen sama kampung halaman, teman kecil yang telah mempunyai anak. Mudik atau pulang kampung menjelang Lebaran kini menjadi aktivitas kebudayaan yang menasional. Bukan bagi masyarakat pulau Jawa semata; melainkan hampir kebanyakan rakyat di Nusantara yang merantau selalu mudik meskipun ada kesulitan mengadang. Kemacetan, misalnya, meskipun terus menjadi soal klasik bagi pemudik, tidak menyurutkan warga kampung untuk merehatkan diri di tempat muasalnya. Jadilah prosesi mudik sebagai puncak pengalaman religi bangsa Indonesia, sekaligus sebuah kebudayaan yang diinisiasi hari raya Idul Fitri.

Bahkan hebatnya, kini, mudik bukan hanya milik orang Islam. Banyak juga saudara kita dari kalangan non-muslim yang ikut meramaikan kebudayaan mudik ini sehingga suasana menjadi kian ramai dan kian meriah. Para pemudik via kapal laut, motor, mobil pribadi, bus, bahkan ada yang mudik bersama keluarga dengan menggunakan kendaraan roda tiga, Bajaj. Arus mudik ini tentunya mengakibatkan jalan raya di beberapa tempat seperti Nagreg dan Cadas Pangeran dapat dipastikan akan dijejali para pemudik.

Penduduk di kota besar bertambah setiap tahunnya ketika para pemudik kembali ke kota dengan membawa saudara atau kerabatnya ke kota. Cerita tentang kesuksesan hidup di kota membuat saudara, anggota keluarga, dan bahkan teman terpengaruh untuk meninggalkan keluarga dan desanya dan mengadu nasib di kota besar, dengan harapan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Selamat bermudik! Semoga tradisi kembali ke tempat asal ini jadi awal memulai aktivitas hidup dengan kejujuran, amanah, antikorup, transformatif, kritis, konstruktif, dan paling utama bisa meringankan beban penderitaan warga kampung yang jarang melihat uang dan makanan enak. Jadi, mudik ke kampung halaman bisa menyadarkan kita untuk merefleksi kehidupan selama ini kalau aktivitas sosial-kultural-religius ini bisa ditangkap semangatnya. Wallahua’lam

Ane juga mau Mudik Gunz… Thanks ^_^

Penduduk di kota besar bertambah setiap tahunnya ketika para pemudik kembali ke kota dengan membawa saudara atau kerabatnya ke kota. Cerita tentang kesuksesan hidup di kota membuat saudara, anggota keluarga, dan bahkan teman terpengaruh untuk meninggalkan keluarga dan desanya dan mengadu nasib di kota besar, dengan harapan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Other articles you might like;